^Back To Top

KotaJambiBangkit
April 2018
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Orang bijak mengatakan, “Kegagalan merupakan awal dari keberhasilan yang tertunda.” Dari kalimat yang sering dikutip oleh banyak orang demi memotivasi diri yang sedang mengalami keterpurukan atas kegagalan dalam proses mencapai atau mendapatkan sesuatu yang diinginkan, dengan tujuan agar tetap semangat dan tidak mudah menyerah dalam meraihnya kembali.

Lalu apa arti kegagalan dan contoh yang nyata dalam kehidupan kita sehari-hari?; serta bagaimana cara kita menyikapinya?.

Kegagalan dapat diartikan sebagai bentuk teguran dari Tuhan kepada kita. Contohnya saja saat kita ingin meraih sesuatu, tentunya kita berusaha dan berdoa kepadaNya. Namun di tengah-tengah prose situ, kita mendapatkan suatu sugesti extern dengan mengikuti sebuah jalan kelam. (missal jalan cepat/bentuk kecurangan). Kemudian hasil akhirnya ia gagal mendapatkan apa yang ia inginkan. Karena Tuhan tidak menginginkan karya rancanganNya ternodai oleh noda-noda kekelaman, sebab Dia itu Maha Suci dan Kudus.

Kegagalan dapat diartikan sebagai keberhasilan yang tertunda, sebab sebelum kita berhasil dalam melakukan, proses mencapai sesuatu kita pasti akan mengalami kegagalan walaupun prosentase kegagalan tersebut kerap kali berbeda. Dengan kegagalan yang telah dialami tersebut, maka kita dapat menentukan tolak ukur untuk melakukan kembali proses yang sama dalam mencapai sesuatu tersebut. Hal tersebut dapat menjadi introspeksi diri kita dan cara untuk meminimalisir kegagalan yang ada.

Tak hanya faktor dari luar yang memicu kegagalan itu muncul ditengah-tengah saat kita sedang dalam proses mencapai sesuatu. Kegagalan sendiri memiliki beberapa faktor internal yang muncul dari dalam diri kita. Faktor-faktor tersebut diantaranya:

a. Kita tidak menyadari potensi kita yang sebenarnya.

Memaksakan kehendak ingin menjadi sesuatu yang diinginkan memang baik, karena didalamnya terdapat upaya yang jelas untuk mewujudkan hal tersebut. Namun ada banyak orang yang selalu gagal dalam bidang yang ia inginkan.

Jangan pernah berpikir kita bisa meraih kesuksesan yang sama seperti orang lain. Sebab pada dasarnya setiap pribadi manusia didunia ini memiliki garis hidup yang di anugerahkan Tuhan berbeda-beda.

Jikalau memang ada kesamaan dalam jalan hidup kita dengan orang lain, itu semata-mata bentuk dari inspirasi yang timbul dalam alam bawah sadar kita agar bisa mengalami suatu kesuksesan yang sama seperti apa yang ia dapatkan walaupun sukses yang kita raih tidak sama seperti sukses yang ia raih.

Jadi buat apa kita terlalu sibuk dalam memikirkan diri kita agar menjadi seperti orang lain. Sebab kita telah mengetahui diri kita berbeda dengan mereka, kita merupakan individu yang diciptakan Tuhan dengan segala keunikan yang berbeda, dan anugerah berupa potensi serta jalan hidup yang berbeda pula. Tetap menjadi diri sendiri merupakan kunci utama dalam hal kita meraih keberhasilan yang ingin kita dapatkan.

b. Perasaan “Cepat Menyerah” yang timbul dari dalam diri kita.

Dalam proses mencapai sesuatu keberhasilan, tentu kita mengalami sebuah kegagalan. Hal ini sangatlah wajar untuk dialami oleh manusia yang ingin mencapai kesuksesan yang sempurna. Sebab kesuksesan hanya datang sekali, jika ia datang dua kali disaat kita mengalami suatu kegagalan dalam meraihnya. Itu semata-mata karena anugerah yang luar biasa dariNya untuk kita.

Jika ditengah-tengah kita telah mengalami suatu kegagalan atau setelah kegagalan itu datang dan kita dapat mengatasi kemudian datang kegagalan yang lain. Terkadang akan timbul perasaan menyerah dalam diri kita. Perasaan ini yang sering membuat kita lelah untuk melanjutkan perjalanan kita dalam meraih keberhasilan tersebut.

Untuk itu, berikanlah pengertian pada diri anda bahwa: Dalam setiap perbuatan baik yang hendak kita lakukuan dengan Iman Percaya, maka Tuhan akan selalu ada untuk memberkati setiap jalan yang kita lalui.

c. Terlalu sibuk memikirkan kecurangan yang dilakukan orang lain.

Disaat kita melakukan suatu proses untuk mencapai keberhasilan kerapkali ada beberapa orang yang kerap kali memiliki tujuan yang sama, dan keberhasilan akan hasil yang sama pula. Saat sedang dalam proses tersebut orang lain itu melakukan tindakan kecurangan guna mendapatkan hasil tersebut. Lalu sebagai orang yang menginginkan hasil akhir yang sama dengan dia, kita sibuk mencemooh dia karena dia melakukan kecurangan sedangkan kita tidak.

Hal tersebutlah yang menghambat kita untuk mencapai keberhasilan tersebut. Sebab kita sudah tidak fokus pada tujuan utama kita yakni berhasil dengan nilai yang sempurna.

d. Rasa Angkuh yang kita tunjukkan

Angkuh, hal ini yang membuat sesorang kemudiah terjatuh dan terpuruk pada kegagalan. Bisa jadi gagal adalah medium untuk menegur kita yang datang dari-Nya.

Terkadang tanpa sadar kita selalu merasa bisa mengerjakan semuanya dengan baik, hingga akhirnya kita menganggap diri kita lebih dari orang lain. Padahal hal tersebut merupakan jalan untuk tidak mendengarkan pendapat orang lain hingga akhirnya kita terjebak dalam sebuah situasi kesombongan dan merasa orang lain tidak lebih baik dari kita.

Kalau sudah demikian jangan heran kalau satu persatu orang kemudian meninggalkan kita dan tidak mempercayai kita lagi. Hingga kegagalan datang dan harus kita terima dengan rasa kekecewaan dan pahit. Dengan demikian mungkin sudah saatnya kita bernafas sejenak untuk memikirkan hal-hal yang telah kita lakukan selama ini dan bagaimana kita membangun hubungan dengan orang-orang disekitar kita menjadi lebih baik.