^Back To Top

KotaJambiBangkit
July 2018
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Kota Jambi memiliki berbagai jenis objek wisata yang dapat dikunjungi, antara lain:

1. Taman Mini Jambi

Taman ini terletak ± 7 km dari pusat Kota dan hanya 500 m dari bandara Sultan Taha Syalfuddin yang berlokasi di Kecamatan Jambi Selatan dengan luas area seluas 18 ha.Dalam objek wisata ini terdapat replika dan rumah-rumah adat dalam Propinsi Jambi yang menggambarkan tentang bentuk dan kondisi rumah masyarakat masing-masing kabupaten.Pada kawasan ini juga terdapat beberapa flora dan fauna yang dilindungi oleh pemerintah.


 

2. Danau Sipin

Danau Sipin berada di Kecamatan Telanaipura berjarak 4 km dari pusat Kota. Danau ini mempunyal bentuk oval dan melengkung dengan Pulau Pandan di tengah-tengahnya dengan luas beserta pulaunya adalah 89,2 ha. Sumber air danau ini berasal dari Sungai Batang Hari. Kawasan Danau Sipin memiliki potensi alam (natural resource), potensi budaya (culture resource), maupun hasil buatan manusia (man made resource).

 

3. Taman Hutan Kota Muhammad Sabki

Lokasi Hutan Kota Muhammad Sabki terletak di RT. 24 Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru Kota Jambi yang berjarak dengan pusat pemerintahan Kota Jambi 4 km dengan luas areal 11 ha. Hutan kota ini masih memiliki keragaman jenis (keanekaragaman hayati) yang cukup tinggi, dengan jumlah jenis tanaman/pohon sebanyak 166 jenis. Dalam kawasan hutan ini masih sering ditemui beberapa jenis kera, biawak, berbagai jenis burung, dan ular.
    
Semula hutan kota berupa kebun karet tua, kemudian secara bertahap dilakukan rehabilitasi dan penanaman berbagai jenis tanaman langka dan koleksi, sehingga pada saat ini sudah terdapat + 187 jenis tanaman dan akan terus dilakukan penambahan tanaman koleksi. Terdapat beberapa jenis pohon yang telah tumbuh secara alami, antara lain Gaharu, Sindur, Pinang hutan, Durian Hutan dan lain sebagainya.
    
Hutan kota dikelola secara profesional agar di samping tetap memenuhi tujuan clan fungsi utamanya (fungsi ekologi). Hutan kota dikembangkan menjadi obyek wisata alam yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sumber PAD baru bagi kota Jambi.

 


4. Sungai Batanghari

Sungai Batanghari yang meliuk di tengah Kota Jambi sejak dulu merupakan urat nadi kehidupan masyarakat.Sungai ini berada di jantung Kota Jambi yang berhulu dari arah barat (kawasan dataran Kerinci) dan bermuara di pantai Timur Sumatera. Saat ini sungai Batang Hari tetap menjadi daya tarik utama Kota Jambi, banyak cara dapat dilakukan untuk menikmati keindahan sungai ini. Tersedia sarana angkutan sungai rakyat yang siap menyusuri sungai, atau menikmati keindahan sungai dari kawasan Tanggo Rajo yang ramai dikunjungi pada sore hari.



5. Seberang Kota

Seberang Kota berada di bagian utara sungai Batanghari, Kawasan ini berada di sepanjang sungai memanjang dari barat ke timur. Seberang Kota merupakan kawasan cagar budaya dan agama. Disini terdapat Mesjid Kuno, pesantren-pesantren, pusat kerajinan Batik dan sulaman benang emas maupun makanan khas Jambi. Rumah-rumah penduduk merupakan bangunan-bangunan tradisional yang berpanggung dan terbuat dari kayu keras (bulian dan tembesu).


 


6. Tanggo Rajo

Kawasan Tanggo Rajo berada di tepian sungai Batanghari di pusat kota dan sangat dekat dengan pusat bisnis kawasan Pasar Jambi. Pada sore hari kawasan ini ramai dikunjungi warga kota untuk bersantai menikmati keindahan sungai batang hari sambil menyantap jajanan yang tersedia di kawasan tersebut.

 


7. Kampoeng Radja

Taman Wisata Keluarga dan out bound kampoeng radja, hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana pariwisata dan rekreasi di Jambi. Luas areal Taman ini adalah 8 Ha yang terletak di JI. Lingkar barat No. 108 Kenali Besar Jambi, tepatnya 400 m sebelah utara simpang rimbo atau 300 meter dari terminal Alam Barajo Jambi. Taman ini merupakan tempat rekreasi keluarga, karena seluruh wahana maupun fasilitas dapat dinikmati oleh seluruh kalangan; mulai anak-anak, remaja, dewasa hingga usia lanjut. Sejak dibuka 1 April 2006 Pengunjung kampoeng radja terus meningkat. Tahun 2011 ini pengunjung berkisar antara 13.000 - 15.000 orang perbulan. Pengunjung berasal dari seluruh Kabupaten / Kota di Provinsi Jambi, maupun dari kota-kota besar luar provinsi jambi. Pengunjung mencapai puncak (peak season) di hari Sabtu dan Minggu atau pada hari-hari libur.


8. Masjid Agung Al Falah

Masjid Agung Al Falah adalah masjid terbesar di Jambi. Hingga kini masjid yang disebut-sebut seribu tiang ini menjadi kebanggaan masyarakat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Rencana Pembangunan Masjid ini awalnya pada tahun 1960-an, dan baru tahun 1971 pelaksanaannya dimulai, dan pada tanggal 29 September 1980 diresmikan Presiden Soeharto. Masjid Agung Al Falah Jambi berdiri diatas tanah seluas ± 26.890 M2 atau ± 2,7 Ha, Luas Bangunan Masjid 80 x 80 M = 6.400 M2, dengan daya tampung 10 ribu jamaah. Sementara jumlah tiang cuma 256 tiang.

 

9. Masjid Raya Magat Sari

Masjid Raya Magatsari adalah salah satu masjid tertua di Kota Jambi. Hampir setiap hari masjid itu dipenuhi jamaah. Bahkan selama Ramadhan, panitia dan pengurus masjid selalu mengadakan kegiatan buka bersama. Dari penampilan luarnya, Masjid Magatsari tidak memiliki banyak kelebihan. Apalagi dibanding Masjid Agung Al-Falah, tentu jauh tertinggal dari segi ornamen maupun bentuk bangunan. Cuma masjid itu memiliki nilai sejarah tinggi.


 


10. Museum Negeri Jambi

Komplek bangunan setelah selesai dibangun diresmikan pendiriannya oleh Mendikbud, Prof. DR. Fuad Hasan pada tanggal 6 Juni 1988,  dengan nama Museum Negeri Propinsi Jambi. Sebagal suatu museum umum, Museum Negeri Jambi mengumpulkan dan merawat semua jenis koleksi umum, yaitu benda yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah yang meliputi : Geologika, Filologika, Etnografika, Arkeologika, Historika, Numismatika dan Heraldika, Keramologika, Seni Rupa, Teknologika.


 


11. Museum Perjuangan Rakyat Jambi

Peletakan batu pertama pembangunan gedung dilakukan oleh Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia, Letjen. Achmad Thahir, tanggal 6 Juni 1993. Dan peresmian berdirinya oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Soeharto, pada tanggal 1O Juli 1997. Bangunan baru khusus didirikan untuk museum dengan arsitek campuran gaya tradisional dan modern di atas tanah ex Lapangan Benteng lama. Jenis koleksi yang ada di Museum Perjuangan Rakyat Jambi berupa Koleksi Historika, yaitu: senjata tradisional, senjata modern/konvensional, perlengkapan religi, alat komunikasi, pakaian, wadah (periuk), naskah dokumen.

 

12.Taman Anggrek Sri Soedewi

Taman Pengembangan tanaman Anggrek, baik lokal maupun anggrek Nusantara, berlokasi di Jalan A. Yani Kecamatan Telanaipura, 6 km dari pusat kota. Taman rekreasi seluas 25.056 m2 yang rimbun oleh pepohonan dan berbagai jenis anggrek yang dikembangkan di taman ini.


 

13. Danau Teluk

Danau Teluk berlokasi di Kecamatan Danau Teluk, 12 km dari pusat kota Jambi melalui Jembatan Aur Duri ( 3 km di seberang kota Jambi). Kawasan ini memiliki panorama alam dan perairan yang menarik. Bisa dijadikan lokasi pemancingan dan juga budidaya ikan (keramba) secara tradisionil.
   

   


14. Sentra Keramik Pasar Sitimang

Bagi para kolektor keramik unik, pasar ini cukup direkomendasi untuk mendapatkan keramik-keramik unik. Rata-rata menurut para pedagang di pasar, keramik-keramik yang dijual diimpor dari negeri China. Meski impor, namun harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Salah satu pasar ini adalah bentuk ataupun produk yang dijual selalu up to date atau mengekor tren model keramik luar negeri. Makanya tak heran kalau pasar ini sangat digemari oleh kolektor keramik impor. Tidak hanya dari Jambi, tapi juga dari berbagai daerah di Tanah Air, seperti Palembang, Jakarta, bahkan ada yang datang dari Surabaya.
    
Ada banyak koleksi keramik yang bisa ditemukan di pasar ini, mulai dari peralatan makan, jam dinding, guci, vas bunga, toples dan lainnya. soal harga juga cukup bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung dari jenis keramik yang diinginkan. Meski tak ada yang tahu persis sejak kapan pasar ini ada, namun para pedagang sudah cukup lama berjualan di sini, sekitar tahun 1980an, sehingga pasar Sitimang ini menjadi rujukan para kolektor keramik untuk mendapatkan koleksi-koleksinya.


 


15. Dekranasda Prov. Jambi

Menjadi tempat pemasaran berbagai kerajinan karya pengrajin se-Provinsi Jambi, berlokasi di Jl. Sudrman (depan Mapolda) Kecamatan Jambi Selatan, 4 km dari pusat kota. Disini terdapat berbagai macam batik khas Jambi, kerajinan anyaman rotan/bambu, ukiran kayu dari betung, perhiasan batu-batuan dan berbagai macam hasil kerajinan khas Jambi. Selain itu juga tersedia produk makanan dan minuman khas Jambi seperti kopi, the kayu aro, dodol nanas tangkit, keripik dan dodol kentang kerinci, dll.



16. Rumah Batu Olak Kemang

Rumah Batu Olak Kemang merupakan Rumah Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri yang  juga dikenal sebagai Pangeran Wiro Kusumo terletak di sisi utara Sungai Batanghari di Kota Jambi. Tepatnya berada di Jl. KH. Abdul Qodir Ibrahim RT. 02 kelurahan Olak kemang Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi. Rumah Batu Olak Kemang ini merupakan peninggalan seorang penyebar agama Islam di Kota Seberang pada abad ke-18 yaitu Sayyid Idrus Hasan Al-Jufri atau yang dijuluki Pangeran Wiro Kusumo. Ketika akan membangun rumah, Sayyid Idrus Hasan Al-Jufri mendapat banyak saran dari rekannya. Termasuk dari Datuk Sintai, seorang pedagang dari negeri Cina. Lewat tangan Datuk Sintai itu lah rumah yang kini jadi cagar budaya kebanggaan Jambi itu berdiri. Paduan Cina-Arab, terkesan kental pada bangunan tua ini, dimana terlihat adanya relief naga di dinding bercat putih, di sisi kanan terdapat sebuah batu berukiran singa dan bunga. Di pilar bagian dalam, tampak relief bertuliskan huruf-huruf Arab.